Sabtu, 13 Februari 2010
Pertemuan Kelima.
Pendahuluan :
Apersepsi : - Membahas PR yang sulit.
- Mengingat kembali berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan.
Motivasi : Materi ini dapat menyelesaiakan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan materi selanjutnya.
Kegiatan inti :
a. Dengan tanya jawab, siswa diminta memberikan contoh bilangan pecahan biasa, pecahan campuran, pecahan desimal, persen dan permil.
b. Dengan contoh di atas siswa dapat mengidentifikasikan titik pecahan tersebut.
Penutup :
Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang diajarkan.
Pertemuan keenam.
Pendahuluan :
Apersepsi : Mengingat kembali berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan.
Motivasi : Materi ini dapat menyelesaiakan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan materi selanjutnya.
Kegiatan inti :
a. Guru memberikan contoh soal, mengubah bentuk suatu pecahan kebentuk pecahan yang lain.
b. Dengan memperhatikan contoh, siswa dapat mengubah bentuk suatu pecahan kebentuk pecahan yang lain.
Penutup :
- Siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan.
- Siswa diberi PR.
Pertemuan ketujuh.
Pendahuluan :
Apersepsi : - Membahas PR.
- Mengingat kembali tentang bentuk-bentuk pecahan.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi pecahan.
Kegiatan inti :
a. Dengan tanya jawabguru menjelaskan tentang operasi tambah, kurang, kali dan bagi bil. pecahan dengan beberapa contoh soal.
b. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan soal-soal latihan dalam buku teks yang berkaitan dengan operasi tambah, kurang, kali dan bagi bil. pecahan.
c. Beberapa siswa dari masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
d. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan hasil diskusi.
e. Siswa mengerjakan latihan sebagai pemantapan.
Penutup :
- Siswa diarahkan membuat rangkuman.
- Guru memberikan tugas rumah (PR).
E. Alat dan Sumber Belajar.
Buku teks, mistar hitung dan LKS.
F. Penilaian.
Teknik : Kuis dan Tes.
Bentuk instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis.
Selengkapnya...
Pertemuan Kedua.
Pendahuluan :
Apersepsi : Mengingat kembali bil. bulat pada garis bilangan dan mistar hitung.
Motivasi : Materi ini dapat membantu siswa dalam menyelesaikan kejadian sehari-hari.
Kegiatan Inti :
a. Guru memberikan contoh penjumlahan bil. bulat dan memperagakannya dengan mistar hitung dan garis bilangan.
b. Siswa diberi 1 soal, lalu mengerjakannya dengan mistar hitung dan garis bilangan.
c. Guru memberi 20 soal dengan 4 kelompok yang berbeda.
- Kelompok 1 : Penjumlahan bil bulat (+) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 2 : Penjumlahan bil bulat (+) dengan bilangan bulat (-)
- Kelompok 3 : Penjumlahan bil bulat (-) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 4 : Penjumlahan bil bulat (-) dengan bilangan bulat (-)
d. Guru memberikan contoh pengurangan bil bulat dengan mistar hitung dan garis bilang.
e. Siswa diberikan soal pengurangan, dikerjakan dengan mistar hitung dan garis bilang.
f. Guru memberi 20 soal dengan 4 kelompok yang berbeda.
- Kelompok 1 : Penjumlahan bil bulat (+) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 2 : Penjumlahan bil bulat (+) dengan bilangan bulat (–)
- Kelompok 3 : Penjumlahan bil bulat (–) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 4 : Penjumlahan bil bulat (–) dengan bilangan bulat (–)
Penutup :
Siswa dapat menyimpulkan :
1. - (+) + (+) = (+) 2. - (+) - (+) = (+) + (–) =
- (+) + (–) = (+), jika (+) > (–) - (+) - (–) = (+) + (+) = (+)
- (–) +(+) = (–), jika (+) < (–) - (–) - (+) = (–) + (–) = (–)
- (–) + (–) = (–) - (–) - (–) = (–) + (+) =
Pertemuan Ketiga.
Pendahuluan :
Apersepsi : Mengingat kembali perkalian bilangan cacah.
Motivasi : Materi ini dapat membantu siswa dalam menyelesaikan kejadian sehari-hari.
Kegiatan Inti :
a. Guru memberikan contoh perkalian bil. bulat.
b. Guru memberi 20 soal dengan 4 kelompok yang berbeda.
- Kelompok 1 : Perkalian bil bulat (+) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 2 : Perkalian bil bulat (+) dengan bilangan bulat (–)
- Kelompok 3 : Perkalian bil bulat (–) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 4 : Perkalian bil bulat (–) dengan bilangan bulat (–)
c. Guru memberikan contoh pembagian bil bulat.
d. Guru memberi 20 soal dengan 4 kelompok yang berbeda.
- Kelompok 1 : Pembagian bil bulat (+) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 2 : Pembagian bil bulat (+) dengan bilangan bulat (–)
- Kelompok 3 : Pembagian bil bulat (–) dengan bilangan bulat (+)
- Kelompok 4 : Pembagian bil bulat (–) dengan bilangan bulat (–)
Penutup :
Siswa dapat menyimpulkan :
1. - (+) x (+) = (+) 2. - (+) : (+) = (+)
- (+) x (–) = (+) - (+) : (–) = (+)
- (–) x (+) = (–) - (–) : (+) = (–)
- (–) x (–) = (–) - (–) : (–) = (–)
Pertemuan keempat.
Pendahuluan :
Apersepsi : Mengingat kembali himpunan bilangan kuadrat dan bilangan berpangkat tiga.
Motivasi : Materi ini berkaitan dengan materi berikutnya phytagoras, luas dan volume.
Kegiatan inti :
a. Dengan tanya jawab, siswa diminta memberikan contoh bilangan kuadrat.
b. Menyimpulkan bahwa bilangan kuadrat adalah bilangan yang berpangkat dua.
c. Dengan memperhatikan contoh penyelesaian soal, siswa dapat menentukan akar pangkat dua suatu bilangan dengan menghitung dan memperkirakan.
d. Dengan berpedoman pada bilangan berpangkat dua, siswa mengetahui makna bilangan berpangkat tiga.
e. Dengan memperhatikan contoh penyelesaian soal oleh guru, siswa dapat menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan dengan cara pohon faktor.
f. Mengenal bilangan berpangkat dan akar pangkat ganjil bilangan bulat.
Penutup :
Dengan bimbingan guru, maka :
- Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang diajarkan.
- Siswa diberi PR.
Selengkapnya...
RPP Matematika
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah :
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil
Standar Kompetensi : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 1.1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.
Indikator : 1.1.1. Memberikan contoh bilangan bulat.
1.1.2. Menentukan letak bil. bulat pada garis bilangan.
1.1.3. Melakukan operasi +, -, x, : bil. bulat termasuk operasi campuran.
1.1.4. Menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bil. bulat.
1.1.5. Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan (biasa, campuran, desimal, persen, permil).
1.1.6. Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.
1.1.7. Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi bilangan pecahan.
Waktu : 17 jam pelajaran (8 x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran.
a. Siswa dapat mengidentifikasi bil. bulat dan menentukan tetak bil. bulat tersebut pada garis bilangan.
b. Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan +, -, x, : bil. bulat termasuk operasi campuran.
c. Siswa dapat menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bil. bulat.
d. Siswa dapat mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan.
e. Siswa dapat mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.
B. Materi Ajar.
a. Bilangan bulat dan pecahan.
b. Bilangan kuadrat dan akar kuadrat.
c. Bilangan pangkat tiga dan akar pangkat tiga.
C. Metode Pembelajaran.
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tanya jawab.
D. Langkah-langkah Kegiatan.
Pertemuan Pertama.
Pendahuluan :
Apersepsi : Mengingat kembali berbagai jenis himpunan bilangan.
Motivasi : Materi ini dapat membantu siswa dalam menyelesaikan kejadian sehari-hari.
Kegiatan inti :
a. Dengan tanya jawab, siswa diminta menyebutkan berbagai jenis himpunan bilangan yaitu : A, C, G, J, P, B.
b. Guru mendemonstrasikan letak bil. bulat pada garis bilangan.
c. Dengan menggunakan termometer siswa dapat menentukan jenis bil. bulat ( +, 0, - ).
Penutup :
Berpedoman pada termometer, siswa dituntun untuk membuat mistar hitung.